Motif Dan Makna Simbolis Batik Incung Kerinci Perspektif Sejarah

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Nandia Pitri
Herwandi Herwandi
Lindayanti Lindayanti

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif dan makna simbolis batik incung dalam perspektif sejarah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dalam mengumpuldata melalui studi pustaka dan studi wawancara, menyeleksi dan menguji data secara kritis sehingga menghasilkan fakta sejarah yang sesuai di lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan model interaktif.   Hasil penelitian didapatkan bahwa batik incung di Kerinci merupakan salah satu batik ang diawali dengan adanya peraturan pemerintah Kerinci tahun 1995. Keunikan dari batik incung di Kerinci ini adalah dengan menjadikan aksara incung atau aksara Kerinci kuno sebagai motif utamanya yang digabungkan dengan motif flora dan fauna serta kebudayaan yang ada di Kerinci sebagai motif tambahannya. Batik ini memiliki makna pada setiap motifnya. Ada beberapa motif batik yang dikembangkan di Kerinci, 1) motif incung dan masjid agung berisi berbagai macam ornamen kuno Kerinci, yang melambangkan struktur sosial masyarakat Kerinci, 2) motif incung dan pohon bambu berisi tentang pemanfaatan alam sebagai sumber kehidupan masyarakat Kerinci, 3) motif incung dan lalau ka sawoah (turun ke sawah) berisi tentang saling bergotong royong dalam membantu bercocok tanam, 4) motif incung dan pakaian adat Kerinci berisi status sosial seseorang dalam masyarakat, dan 5) motif incung dan karamentang berisi tentang pemberitahuan kepada masyarakat lain jika dilaksanakan upacara sakral oleh masyarakat lainnya di Kerinci serta motif lainnya. Batik ini mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai ikon pariwisata Kerinci, sebab menggambarkan kondisi sosial budaya Kerinci.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Pitri, N., Herwandi, H., & Lindayanti , L. (2019). Motif Dan Makna Simbolis Batik Incung Kerinci Perspektif Sejarah. Prosiding Online Seminar Nasional Batik Dan Kerajinan, 1(1), A5. Retrieved from https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/9