Optimalisasi Pencelupan Batik Zat Warna Alam Dari Ekstrak Kulit Buah Jalawe (Terminalia bellirica) Dengan Metode Iring Kapur

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Masiswo
Agus Haerudin
Euis Laela
Tin Kusuma Arta
Aprilia Fitriani

Abstract

Kualitas batik pewarna alami dari tingkat ketuaan warna dan tahan luntur terhadap pencucian serta sinar matahari masih menjadi permasalahan di industri batik, salah satu faktor penyebanya karena kurang optimal dari proses pencelupan. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh formula proses pencelupan kain batik katun dari ekstrak kulit buah jalawe yang optimal dengan metode iring. Metode penelitian ini melakukan eksperimen dengan variasi jumlah pengulangan pencelupan 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27 dan 30 pada metode iring fiksasi kapur terhadap kain mori prima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi perulangan pencelupan batik dengan iring kapur mempengaruhi tingkat intensitas warna semakin meningkat dan nilai uji ketuaan warna terbaik %R 10,33 dan K/S 3,88 pada pengulangan penceluapan sebanyak 24 kali. Sementara pengulangan variasi pencelupan dengan iring kapur tidak berdampak pada perbedaan kualitas nilai tingkat ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari maupun cuci 40oC.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Masiswo, Agus Haerudin, Euis Laela, Tin Kusuma Arta, & Aprilia Fitriani. (2019). Optimalisasi Pencelupan Batik Zat Warna Alam Dari Ekstrak Kulit Buah Jalawe (Terminalia bellirica) Dengan Metode Iring Kapur. Prosiding Online Seminar Nasional Batik Dan Kerajinan, 1(1), A10. Retrieved from https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/30