MENANGKAL SERBUAN IMPOR TEKSTL MELALUI PENERAPAN SNI MENGGUNAKAN SKEMA SERTIFIKASI BATIKMARK “BATIK INDONESIA” Countering the Invasion of Textile Imports through the application of SNI Using the Certification Scheme of Batikmark "Indonesian batik" Section Articles

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Retno Widiastuti
Christiawan Ipstiarditya

Abstract

ABSTRAK


Batikmark “batik INDONESIA” selanjutnya disebut Batikmark adalah suatu tanda yang menunjukkan identitas dan ciri batik buatan Indonesia yang terdiri dari tiga jenis yaitu batik tulis, batik cap dan batik kombinasi tulis dan cap dengan Hak Cipta Nomor 034100 tanggal pendaftaran 05 Juni 2007. Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian No.74/M-IND/PER/9/2007 tentang “Penggunaan Batikmark ‘batik INDONESIA’ pada Batik Buatan Indonesia, maka ditunjuklah Balai Besar Kerajinan dan Batik untuk melaksanakan dan menerbitkan sertifikat dimaksud.  Kajian data bertujuan untuk melihat  perkembangan penerapan setelah terbitnya Permenperin dimaksud.Data  diambil sejak thn 2008 sd Juli 2021 dari Direktori Klien Batikmark “batik INDONESIA” Seksi Sertifikasi BBKB. Data menunjukkan bahwa Batikmark “batik INDONESIA telah diterapkan di 7 (tujuh) provinsi) dan telah diterbitkan 300 an sertifikat;  lebih dari 90 % klien adalah penerima fasilitasi, sisanya adalah klien mandiri. Lebih dari 90% sertifikat sudah kedaluwarsa dan sisanya masih berlaku.


 


ABSTRACT


Batikmark "Indonesian batik" hereinafter referred to as Batikmark is a sign indicating the identity and characteristics of batik made in Indonesia which consists of three types, namely written batik, stamped batik and combination written and stamped batik with Copyright Number 034100 registration date June 5, 2007. Based on Ministry of Industry Regulation No.74/M-IND/PER/9/2007 concerning “Using the Batikmark ‘Indonesian batik’ on Batik Made in Indonesia, the Center for Handicrafts and Batik was appointed to carry out and issue the certificate. The data study aims to see the progress of implementation after the issuance of this implemented Permenperin. The data were taken from 2008 to July 2021 from the Batikmark Client Directory “Batik INDONESIA” BBKB Certification Section. The data shows that Batikmark “Indonesian batik” has been applied in 7 (seven) provinces) and 300 certificates have been issued; more than 90% of clients are facilitation recipients, the rest are independent clients. More than 90% certificates have expired and the rest are still valid.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Widiastuti, R., & Ipstiarditya, C. (2021). MENANGKAL SERBUAN IMPOR TEKSTL MELALUI PENERAPAN SNI MENGGUNAKAN SKEMA SERTIFIKASI BATIKMARK “BATIK INDONESIA”. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan Dan Batik, 3(1), E.06 1-12. Retrieved from https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/143