Pemanfaatan Daun Teh Tua (Camelia sinensis) Sebagai Zat Warna Alam Untuk Batik

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Agus Haerudin
Tin Kusuma Arta
Aprilia Fitriani

Abstract

Ketersediaan limbah daun teh tua dari hasil proses pemangkasan di perkebunan teh melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan pada daun teh yaitu katekin dan tanin dapat berfungsi sebagai sebagai donor zat warna alam untuk tekstil. Pemanfaatan daun teh tua sebagai pewarna kain batik perlu dilakukan . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan dari ekstrak daun teh tua yang diaplikasikan pada kain batik. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental persiapan bahan teh tua segar dan kering, variasi ekstraksi pH ekstraksi asam 5 dan basa 10, serta variasi penggunaan zat fiksasi tawas, kapur dan tunjung. Hasil aplikasi diuji secara visual, ketuaan warna dan  uji beda warna L.a.b pada kain batik katun dan sutera. Hasil penelitian menunjukkan perlakukan daun segar dan kering tidak mempengaruhi warna yang dihasilkan. kondisi pH ekstraksi asam memberikan warna yang lebih tua. Aplikasi pada kain sutera menghasilkan warna yang lebih tua. Warna yang dinilai baik dihasilkan dengan fiksator kapur dengan nilai ketuaan warna 14, 40 dan fiksator tunjung 15,14. Pewarnaan dengan ekstrak daun teh tua menghasilkan warna kearah merah dengan nilai a*+ dan dan kearah kuning dengan nilai b*+, nilai notasi L antara 30-80. Ekstrak daun teh tua memiliki potensi untuk dijadikan pewarna alam untuk batik.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Agus Haerudin, Tin Kusuma Arta, & Aprilia Fitriani. (2019). Pemanfaatan Daun Teh Tua (Camelia sinensis) Sebagai Zat Warna Alam Untuk Batik. Prosiding Online Seminar Nasional Batik Dan Kerajinan, 1(1), A8. Retrieved from https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/13