THE INNOVATION OF BATIK SME’S DURING PANDEMIC (Case Study: Komar Batik House, Bandung) Inovasi UKM Batik di Masa Pandemi (Studi Kasus: Rumah Batik Komar, Bandung) Section Articles

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Farid Abdullah
Menul T Riyanti
Bambang Tri Wardoyo
Nurul Hidayah
Bandi Sobandi

Abstract

ABSTRAK


Permasalahan besar yang tumbuh seiring bencana pandemi di bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) batik adalah penurunan produksi, pengurangan jumlah karyawan, orientasi kualitas produk batik, hingga perubahan metode pemasaran. Batik Komar, Bandung, Jawa Barat termasuk UMKM yang mengalami guncangan keras karena pandemi. Untuk itu, sebagai UMKM, diperlukan suatu strategi inovasi selama pandemi untuk dapat terus bertahan. Metode dalam tulisan ini adalah deskriptif - kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan literatur. Analisa terhadap strategi inovasi pada UMKM lain juga dilakukan, baik secara wawancara maupun studi literatur. Temuan dari tulisan ini adalah perlunya strategi terarah pada UMKM batik, termasuk Batik Komar selama masa pandemi. Inovasi meliputi pemasaran daring, perluasan kegiatan usaha, dan pengembangan produk batik. Keberlangsungan UMKM Batik Komar dapat terus hidup terus selama pandemi karena  selalu melakukan berbagai inovasi sehingga menjadi rujukan bagi UMKM lainnya di Indonesia.


ABSTRACT


The big problems that grew along with the pandemic disaster in the batik Small and Medium Enterprises (SMEs) were the decline in production, the reduction in the number of employees, the orientation of the quality of batik products, to changes in marketing methods. Batik Komar, Bandung, West Java is one of the SMEs that have been hit hard due to the pandemic. For this reason, as an SME, we need an innovation strategy during the pandemic to be able to continue to survive. The method in this paper is descriptive - qualitative with data collection through interviews and literature. Analysis of innovation strategies in other SMEs was also carried out, both by interview and literature study. The finding of this paper is the need for a targeted strategy for batik SMEs, including Batik Komar during the pandemic. Innovations include online marketing, expansion of business activities, and development of batik products. The sustainability of MSMEs Batik Komar can continue to live during the pandemic because it always makes various innovations so that it becomes a reference for other MSMEs in Indonesia.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Author Biographies

Farid Abdullah, Universitas Pendidikan Indonesia

Pendidikan Seni Rupa, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi 229, Bandung, 40154.

Menul T Riyanti, Universitas Trisakti

Desain Komunikasi Visual, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa no.1 Grogol, Jakarta Barat, Jakarta,11440.

Bambang Tri Wardoyo, Universitas Trisakti

Desain Komunikasi Visual, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa no.1 Grogol, Jakarta Barat, Jakarta,11440.

Nurul Hidayah, Universitas Pendidikan Indonesia

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Pendidikan no. 15, Cileunyi, Bandung, 40625

Bandi Sobandi, Universitas Pendidikan Indonesia

Pendidikan Seni Rupa, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi 229, Bandung, 40154.

How to Cite
Abdullah, F., Riyanti, M. T., Wardoyo, B. T., Hidayah, N., & Sobandi, B. (2021). THE INNOVATION OF BATIK SME’S DURING PANDEMIC (Case Study: Komar Batik House, Bandung) . Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan Dan Batik, 3(1), D.01 1-13. Retrieved from https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/125