DEVELOPING THE DIPLOMATIC FUNCTIONS OF LOCAL CRAFT PRODUCTS: LESSONS LEARNED FROM A LOCAL LEADER’S STRATEGY IN GAINING SOUTH KOREAN PUBLIC INTEREST ON BATIK IN 2021 Pengembangan Fungsi Diplomatik Produk Kerajinan Lokal: Pelajaran Dari Strategi Pemimpin Lokal Dalam Mendapatkan Minat Masyarakat Korea Selatan Terhadap Batik Tahun 2021 Section Articles

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Hendy Achmad Reynaldi

Abstract

ABSTRACT


 


In May 2021, not only Indonesian people were made fascinated, but also South Korean public were excited to two members of a Korean boyband who posted the photo of them wearing batik on social media. As reported by some South Korean news agencies, South Korean public openly expressed their interest on batik. It is all thanks to the Governor of West Java Province, Ridwan Kamil, who played crucial double roles in designing the batik and promoting it internationally. As an effort to garner replicable lessons, this research aimed to analyze what Ridwan Kamil did for gaining South Korean public interest on batik. Most secondary data used in this research are collected with library research technique and analyzed explanatively with Nicholas J. Cull’s concept of public diplomacy as the conceptual framework. This research discovered that Ridwan Kamil conducted a strategy of diplomatic activities such as observing South Korean public opinions regarding their country relations with Indonesia, communicating his interest to introduce his batik to South Korean public, making batik known by partnering with South Korean cultural authorities, nurturing mutual perceptions with South Korea by sustaining exchange diplomacy, and utilizing international broadcasting media to facilitate the cultural transmission of batik.


ABSTRAK


Pada Mei 2021, tak hanya masyarakat Indonesia yang dibuat terpesona, publik Korea Selatan pun dibuat heboh dengan dua anggota boyband Korea yang mengunggah foto mereka mengenakan batik di media sosial. Seperti dilansir beberapa kantor berita Korea Selatan, publik Korea Selatan secara terbuka menyatakan ketertarikannya pada batik. Itu semua berkat Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil yang berperan ganda dalam mendesain batik dan mempromosikannya ke dunia internasional. Sebagai upaya untuk mengumpulkan pelajaran yang dapat direplikasi, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa yang dilakukan Ridwan Kamil untuk menarik minat publik Korea Selatan terhadap batik. Sebagian besar data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik studi pustaka dan dianalisis secara eksplanatif dengan konsep diplomasi publik Nicholas J. Cull sebagai kerangka konseptual. Penelitian ini menemukan bahwa Ridwan Kamil melakukan strategi kegiatan diplomatik seperti mengamati opini publik Korea Selatan tentang hubungan negara mereka dengan Indonesia, mengkomunikasikan minatnya untuk memperkenalkan batiknya kepada publik Korea Selatan, membuat batik dikenal dengan bermitra dengan otoritas budaya Korea Selatan, memelihara saling persepsi dengan Korea Selatan dengan mempertahankan diplomasi pertukaran, dan memanfaatkan media penyiaran internasional untuk memfasilitasi transmisi budaya batik.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Author Biography

Hendy Achmad Reynaldi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Department of International Relations, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta; Jl. Brawijaya, Geblagan Tamantirto, Kasihan, Bantul, Special Region of Yogyakarta, 55183.

How to Cite
Reynaldi, H. A. (2021). DEVELOPING THE DIPLOMATIC FUNCTIONS OF LOCAL CRAFT PRODUCTS: LESSONS LEARNED FROM A LOCAL LEADER’S STRATEGY IN GAINING SOUTH KOREAN PUBLIC INTEREST ON BATIK IN 2021. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan Dan Batik, 3(1), B.02 1-15. Retrieved from https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/105