Ragam Hias Pada Candi Sebagai Motif Batik

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Sugeng Riyanto

Abstract

Kain batik berbeda dengan produk tekstil bermotif batik meskipun sama-sama berbahan kain, juga motifnya yang dapat digolongkan sebagai susunan “ornamen batik”. Perbedaan paling mendasar pada keduanya ada pada proses pembuatannya. Kain batik dilukis atau dicap, atau kombinasi keduanya dengan menggunakan lilin (malam), dan seterusnya melalui proses yang khas hingga menjadi kain batik. Di sisi lain, dalam konsep batik tradisional, motif diciptakan dengan tujuan simbolis yang penuh makna, jadi tidak semata-mata menghadirkan keindahan estetis melalui lukisan. Belakangan lukisan pada kain batik berkembang sangat pesat, bahkan setiap daerah seolah berlomba menghadirkan motif khas. Sesugguhnya ragam hias tradisional dan hiasan-hiasan pada barang atau bangunan kuno - salah satunya adalah candi - di Indonesia dapat digali menjadi bahan inspirasi pengembangan motif pada kain batik. Selain sebagai warisan budaya leluhur dengan berbagai kandungan maknanya, ragam hias tersebut juga sangat kaya akan bahan grafis beserta variasi-variasinya yang khas. Untuk itu, makalah ini ditulis dengan cara pandang yang spesifik, yaitu kekayaan hiasan yang ada pada bangunan candi sebagai potensi pengembangan motif batik. Lebih dari itu, jelas-jelas bangunan candi dengan segenap komponen dan kelengkapannya adalah buah karya leluhur, sejak abad VIII - XV. Berkaitan dengan tersebut penggalian sumber unsur dekoratif pada candi dan arca yang secara khusus lokasinya difokuskan di area Prambanan dan sekitarnya, dilakukan sebagai inspirasi dalam pengembangan motif batik.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Sugeng Riyanto. (2019). Ragam Hias Pada Candi Sebagai Motif Batik. Prosiding Online Seminar Nasional Batik Dan Kerajinan, 1(1), A1. Retrieved from https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/10